JENIS, TARGET, GENRE ANIME




BERDASARKAN JENIS PRODUKSI


Secara garis besar, berdasarkan jenis produksinya, anime terbagi menjadi 3 jenis :

1. Movies
Jenis ini umum hanya dijumpai di bioskop dan cenderung mewakili anime dengan biaya produksi paling tinggi dan juga secara umum merupakan jenis dengan kualitas gambar paling bagus. Kadang-kadang anime juga hanya dijumpai di festival film atau festival animasi dan biasanya durasinya lebih pendek dan terkadang rendah biaya produksinya.

2. OVA
Atau disebut sebagai Original Video Animation. Kadang OVA mirip dengan serial-mini. OVA paling tidak berdurasi 2 episode, dan kadang paling banyak mencapai 20 episode. Kebanyakan OVA dirilis dalam bentuk video, tetapi kadang-kadang juga ditayangkan di televisi, televisi kabel atau televisi satelit. OVA juga dikenal dengan sebutan lain, OAV (Original Animated Video). Sebagai aturan yang umum, OVA cenderung juga berkualitas gambar yang tinggi mendekati kualitas Movie.

3. TV Seri
Jenis TV Seri ini disindikasikan dan ditayangkan di televisi secara terjadwal. Umumnya kualitas anime TV Seri lebih rendah dari OVA dan Movie. Hal ini dikarenakan dana produksi diratakan agar episodenya menjadi banyak ketimbang difokuskan dalam satu film atau serial pendek. Kebanyakan TV seri berdurasi 23 menit. Dibulatkan jadi 30 menit bila ditambahkan dengan iklan iklan televisi. Kadang kadang ada juga TV seri yang satu episodenya hanya sepanjang 12 menit sehingga dalam suatu jam tayang bisa menayangkan 2 episode sekaligus.

Anime TV Seri biasanya berjalan secara musiman. Satu musim penuh biasanya sebanyak 26 Episode atau bisa juga berjalan sebanyak 13 episode. Sehingga dengan rata rata kebiasaan itu, kebanyakan anime TV seri itu jumlah episodenya biasanya merupakan kelipatan dari 13. Tetapi ada pula beberapa dari OVA yang sepanjang setengah musim seperti Tenchi Muyo.


BERDASARKAN TARGET PEMIRSA 


Jenis anime yang dikategorikan berdasarkan tujuan untuk pemirsa adalah :
- Shoujo (perempuan)
- Shounen (laki-laki)
- Seinen (pria dewasa)
- Josei (wanita desasa)

Tetapi dari keempat diatas, anime lebih umum ke shounen. Sedangkan Seinen dan Josei jarang sekali terlihat, tapi benar benar ada.

Jenis anime yang dikategorikan berdasarkan GENRE.
 a. Berikut secara umum jenis anime yang ada :

- Shounen (untuk cowo)
- Shoujo (untuk cewe)
- Mahou Shoujo (cewe Ajaib)
- Moe (cewe lucu/imut, romantis)
- Mecha (Giant Robo)
- Progressive (lebih cenderung ke seninya)

b. Berikut yang agak agak menyimpangnya:
- Shounen-ai (gay)
- Shoujo-ai (lesbian)
- Hentai / Ecchi (Erotis), dengan sub kategori yang terkandung dalamnya antara lain : Yaoi, Yuri, Shota¸dan lolicon.

Kategori-kategori yang kita dengar atau lihat secara umum dan bergaya barat seperti Action, Adventure, Komedi, Horor, Adult bisa diadaptasikan dengan kategori diatas antara lain : 
- Giant Robot, Super Robot, dan seala robot robotan masuk ke dalam Mecha.
- Anime anime bertema Action, Adventure, Samurai biasanya masuk ke Shounen, karena bisa dianggap tontonan untuk laki laki, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk ke shoujo.
- Anime bertema petualangan dan mengandung unsur magis cenderung masuk ke dalam Mahou Shoujo / Shoujo. Rata rata pasti yang bertema magis itu char nya shoujo, jarang kan yang shounen?


BERDASARKAN GENDRENYA


1. Action
Sebuah karya yang biasanya menggambarkan perkelahian, kekerasan, kekacauan, dan gerakan-gerakan cepat.
Contoh : Naruto, Air Gear, Bleach


2. Adult
Sebuah karya yang isinya hanya cocok untuk orang dewasa. Judul-judul yang masuk ke dalam kategori ini biasanya berisi banyak adegan kekerasan yang intens, dan atau gambar-gambar seksual serta ketelanjangan.
Contoh : Golden Boy, Peridot


3. Adventure
Apabila seorang karakter melakukan sebuah perjalanan yang panjang untuk satu dan lain hal, itu adalah pertanda judul yang anda pilih adalah anime atau manga petualangan.
Contoh : One piece, Hunter x Hunter, Claymore


4. Comedy
Karya dramatis yang ringan dan seringkali humoris, mengandung sebuah resolusi, pemecahan masalah, atau kesimpulan yang bahagia akan sebuah konflik.
Contoh : Bobobo, Chromarthie High School, Arakawa Under Bridge


5. Doujinshi
Karya buatan fans berdasarkan suatu anime atau manga resmi tertentu


6. Drama
Karya yang dimaksudkan untuk menarik keluar respons emosional dari pembaca, seperti rasa sedih atau ketegangan.
Contoh : Clannad, 5 cm per Second, Air


7. Ecchi
Karya yang mungkin berada di garis batas antara Hentai dan Non-hentai, ecchi biasanya menyajikan fanservice untuk menarik kelompok fans tertentu.
Contoh : Kiss x kiss, Magister Negima, Elfen Lied


8. Fantasy
Karya apapun yang memasukkan unsur sihir, dunia impian, dan dongeng atau legenda.
Contoh : Ragnarok Animation, Fairytail, .Hack


9. Gender Bender
Wanita berpenampilan dan berpakaian seperti pria, begitu juga sebaliknya. Atau mungkin kasus lainnya adalah wanita berubah menjadi pria, dan sebaliknya.
Contoh : Pretty Face


10. Harem
Karya di mana satu karakter pria dikelilingi oleh banyak karakter wanita yang biasanya tertarik atau jatuh cinta padanya.
Contoh : Love Hina, Magister Negima


11. Hentai
Karya berbau seksual untuk orang dewasa dengan fokus pada gambar-gambar seksual dan adegan intim.


12. Historical
Karya-karya yang berbau sejarah.
Contoh : Samurai X, Samurai 7, Basara


13. Horror
Karya yang dipenuhi oleh emosi-emosi seperti rasa takut, kekhawatiran, dan kebencian; emosi yang ditimbulkan oleh sesuatu yang menakutkan atau mengejutkan.
Contoh : Nube


14. Lolicon
Anime yang merepresentasikan ketertarikan seksual terhadap gadis di bawah umur.


15. Martial Arts
Sesuai dengan namanya, karya apapun yang berhubungan dengan seni bela diri.
Contoh : Street Fighter


16. Mature
Cukup umur; karya yang mungkin terlalu ekstrem untuk orang di bawah umur 17. Judul-judul yang masuk ke dalam kategori ini bisa berisi kekerasan intens, darah, konten seksual, dan bahasa-bahasa kasar.


17. Mecha
Karya yang melibatkan dan berkonsentrasi pada segala jenis mesin robot yang besar.
Contoh : Gundam, Infinite Stratos, Eureka Seven, Evangelion


18. Mystery
Biasanya peristiwa yang tidak bisa dijelaskan terjadi, dan karakter utamanya harus melakukan segala cara untuk mencari penyebabnya.
Contoh : Detective Conan, Kindaichi, Detective School Q


19. Romance
Karya apapun yang berhubungan dengan cinta.
Contoh : Clannad, Bakuman, Kyo no Go Ni


20. School Life
Karya yang latar belakang ceritanya berfokus pada kehidupan sekolah.
Contoh : School rumble, Sket dance, Beelzebub


21. Sci-fi
Karya fiksi ilmiah.
Contoh : Guren Lagan, D.Gray-man, Akira


22. Shotacon
Merepresentasikan ketertarikan seksual terhadap laki-laki di bawah umur.


23. Shoujo
Karya yang ditujukan untuk pembaca atau penonton wanita, biasanya melibatkan banyak romansa dan perkembangan karakter yang kuat.
Contoh : Sahilormoon, Tokyo Mew Mew, Candy Candy


24. Shoujo Ai
Biasa juga disebut yuri atau karya yang berfokus pada hubungan cinta di antara wanita (lesbian), tapi tidak terlalu ekstrem dan tidak berfokus pada hubungan intim.


25. Shounen
Karya yang ditujukan untuk remaja, biasanya melibatkan perkelahian dan kekerasan.
Contoh : Dragon Ball, Air Gear, Saint Seiya


26. Shounen Ai
Biasa juga disebut Yaoi atau karya yang berfokus pada hubungan cinta di antara pria (homo), tapi tidak terlalu ekstrem dan tidak berfokus pada hubungan intim.


27. Slice of Life
Genre yang merepresentasikan pergulatan kehidupan sehari-hari satu atau banyak karakter di dalam karya yang dimaksud. Biasanya karya-karya seperti ini memang terjadi di kehidupan nyata dan mirip dengan apa yang sering kita alami.
Contoh : K-on, Bakuman, A channel


28. Sports
Karya-karya yang berhubungan dengan kegiatan olahraga.
Contoh : Captain Tsubasa, Eyeshield 21, Prince of Tennis


29. Supernatural
Karya-karya yang berisi kekuatan-kekuatan dan kejadian luar biasa yang tidak dapat dijelaskan, serta melanggar hukum fisika.
Contoh : Yu Yu Hakusho, Ao no Exorcist, Fate/Stay Night


30. Yaoi
Karya yang berfokus pada hubungan intim di antara pria.


31. Yuri
Karya yang berfokus pada hubungan intim di antara wanita.

0 komentar